Petenis Pria yang Sangat Legendaris sepanjang Sejarah Petenisan

Bagus atau tidaknya karir yang dijalankan seorang petenis itu biasanya akan dilihat dari seberapa banyak kemenangan yang diraih oleh petenis dan juga seberapa besar gelar Grand Slam yang sudah ia miliki dan sudah ia peroleh. Kompetisi Grand Slam ini kompetisi yang sangat bergengsi, sehingga rasanya akan sangat pantas jika untuk petenis ini jadikan sebuah patokan prestasi petenis yang ada di dunia. Berikut ini ada beberapa petenis pria yang berhasil meraih lebih dari 7 Grand Slam pada sepanjang masa karirnya.

Roger Federer

Roger Federer sudah berkarir di ranah tenis yang sudah profesional sejak tahun 1998. Perlahan namun pasti ia mulai menjejakkan kakinya di urutan petenis yang paling kuat yang ada di seluruh dunia. Semenjak tahun 2002, Roger ini tidak pernah tergelincir keluar dari rangking 10 besar yang ada di dunia. Hingga pada tahun 2014 ini, ia sudah ada 17 gelar yang ia miliki dari Grand Slams yang dia dapatkan selama menjadi petenis. Kelebihan yang dimiliki oleh Roger ini adalah pergerakan pada kaki dan juga tubuh yang ia miliki itu sangat dinamis, dengan teknik tertentu dia dapat menghindari terjadinya cedera pada bagian yang vital yang tentu saja daerah itu yang selalu digunakan pada saat bermain.

 

Rafael Nadal

Jika ada seorang petenis lain yang memiliki rekor dan juga prestasinya hampir menyamai Roger Federer, dia adalah seorang petenis yang bernama Rafael Nadal. Rafael Nadal ini dijuluki sebagai rajanya lapangan tanah liat, Rafael telah memenangkan tidak kurang dari 13 titel Grand Slam. Pria ini memulai karir profesionalnya pada tahun 2001 Rafael ini sempat mengalami cedera pada lututnya dan cederanya sangat parah, dan ia sangat terpaksa untuk absen dari berbagai kompetisi tenis yang ada di dunia dalam waktu yang sangat lama di tahun 2012 yang lalu. Semenjak hal itu terjadi, bahaya pada cedera ulang terus menghantui Rafael Nadal. Pada bulan Februari saja, Rafael Nadal ini sudah melaksanakan rehat sejenak dari kompetisi yang ada di dunia karena ia ini mengalami cedera punggung yang lumayan parah juga.

 

Pete Sampras

Petenis yang bernama Pete Sampras ini sudah berhasil mengoleksi sebanyak 14 title grand slam pada sepanjang karir yang ia miliki dan ia juga sudah berhasil memuncaki tangga ranking petenis pria yang ada di dunia selama 286 minggu, yang paling terlama yang kedua setelah petenis Roger Federer. Meskipun ia sudah memutuskan untuk pensiun pada tahun 2003 yang lalu, pria yang mengawali karir nya itu secara profesional di tahun 1988 akan tetap dicintai oleh banyak orang dan juga banyak fans nya yang sangat setia dengan petenis yang satu ini. Pate ini sempat dijuluki sebagai seorang yang ‘The Winning Machine’. Rekor yang dimiliki oleh Pete pada saat ia menang dan juga kalah pada pertandingan itu sekitar 762 – 222.

 

Rod Laver

Rodney George Laver adalah seorang petenis yang asal dari Australia yang memulai karirnya pada tenis profesionalnya di tahun 1963-an dan juga telah memutuskan untuk pensiun pada tahun 1976. Selama Rod ini menjalani karirnya, Rod telah berhasil meraih 11 gelar Grand Slams dan juga 8 Pro Slams. Rod juga sukses untuk memuncaki ranking pada petenis yang ada di dunia selama 7 tahun berturut-turut tidak ada celah untuk petenis yang lainnya, ranking yang ia miliki dimulai dari tahun 1964 hingga pada tahun 1970. Petenis Rod yang kini sudah berusia 75 tahun tersebut memang sangat layak disebut sebagai seorang legenda karena telah raihan prestasinya yang sangat gemilang tersebut. 

 

Bjorn Borg

Gaya yang dimiliki oleh Bjorn Borg ini sangat nyentrik dengan memiliki rambut yang panjang dan juga rambutnya berwarna pirang yang dulu nya menjadi pujaan dari para penggemar olahraga tenis yang ada, terutama itu fans yang dari kalangan wanita. Petenis yang berasal dari Swedia ini sudah berhasil mengantongi penghargaan sebanyak 11 gelar Grand Slam pada sepanjang karir nya. Sangat disayangkan perjalanan karir yang dimiliki oleh Bjorn ini tidak berlangsung lama. Karir yang ia miliki berawal pada tahun 1973. Bjorn ini memilih untuk pensiun di tahun 1983 karena ia telah mengalami penurunan pada kondisi fisik yang ia alami. Meskipun ia pernah kembali ke lapangan pada tahun 1991 hingga 1993, karir yang ia miliki tidak bisa kembali lagi secemerlang dulu.

 

Andre Agassi

Andre Agassi ini sudah menandai pada tahun 1986 sebagai tahun debutnya ke dunia tenis yang profesional. Meskipun karir yang ia miliki ini tidak stabil, dan juga mengalami naik turun pada prestasi yang cukup signifikan, Andre Agassi ini sudah berhasil membawa pulang kemenangan yaitu sebanyak 8 gelar Grand Slam sepanjang karir yang ia miliki.  Andre Agassi ini sempat terlempar ke ranking 141 yang ada di dunia pada tahun 1997, Andre Agassi ini mampu mengembalikan keadaan yang ada pada dia pada saat itu pada tahun yang berikutnya dan ia langsung menapaki tangga menuju peringkat 1 yang ada di dunia lagi. Namun, kondisi fisik yang ia miliki sudah tidak sebagus pada saat ia muda dulu dan hal itu yang membuat Andre Agassi ini harus menyerah dan pensiun di usia ia menginjak 36 pada tahun 2006 silam. Cedera punggung yang ia alami dan juga cukup parah adalah penyebab utamanya kenapa ia harus pensiun cepat.

 

Novak Djokovic

Petenis Serbia yang memiliki wajah yang tampan ini masih berjaya di lapangan tenis hingga saat ini. Karirnya yang ia miliki ini sangat mengesankan di usia muda yang membawa namanya melambung tinggi sebagai petenis pria yang berada di kelas atas. Novak Djokovic ini memulai karirnya pada tahun 2003, Novak juga sudah berhasil membawa pulang kemenangan sebanyak 6 titel Grand Slam. hal ini bukan sebuah pencapaian yang biasa saja untuk ukuran petenis di usia 26 tahun pastinya. Saingannya yang ia miliki juga pasti tidak bisa dikatakan ringan, ada petenis yang sudah sangat handal yang bernama Roger Federer, ada juga petenis Rafael Nadal, dan juga ada petenis Andy Murray. Novak ini sangat begitu tangguh sehingga ia mampu memuncaki ranking yang teratas pada petenis dunia selama 2 tahun belakangan ini. Dan karir nya tentu saja akan semakin melambung tinggi karena ia masih muda dan juga ia juga masih bisa menggapai semuanya selagi ia bisa menjaga dirinya dari cedera yang cukup parah dan tidak mengharuskan ia untuk istirahat terlebih dahulu dan juga ia tidak perlu pensiun dini karena cedera yang ia alami nya.