Momen Paling Epik pada Ajang Grand Slam Wimbledon

Ada yang tahu apa itu Ajang Grand Slam Wimbledon ? … jadi ini tuh merupakan ajang bagi olahraga Tenis lapangan. Dimana, dalam ajangnya sendiri sudah terdapat beberapa Momen Epic yang sulit sekali untuk bisa dilupakan. Namun sangat disayangkan, karena adanya pandemi Covid-19, mau tidak mau menutup harapan dibukanya Grand Slam Wimbledon bagi seluruh petenis yang ada di dunia dalam berlaga di rumput All England Club. Dan rupanya ini kali pertama ajang Grand Slam Wimbledon tidak akan diadakan sejak tahun 1945. Disini kami sudah mengumpulkan beberapa ulasan atas Momen-momen epic yang terjadi sepanjang sejarah Grand Slam Wimbledon di dunia. Seperti apa momen epic tersebut ? cari tahu sesegera mungkin pada bacaan yang ada di bawah ini ! 

Momen Final Klasik Borg & McEnroe Tahun 1980 

Pertandingan ini sudah dianggap sebagai salah satu final terbesar di dalam sejarah Grand Slam Wimbledon. Dimana Bjorn Borg seorang juara bertahan selama 4x bertemu langsung dengan Finalis Pertama di Wimbledon bernama John McEnroe pada final 1980. Borg yang tenang, sudah memasuki pertandingan dalam mencari Roland Garros-Wimbledon ke-3 secara beruntun. Lalu di sisi lain, McEnroe yang berusia 21 Tahun sudah berapi-api dengan tujuan untuk bisa mengangkat trofi Grand Slam keduanya setelah kemenangan US Open di tahun 1979. 

Borg juga sudah memulai dengan lambat, namun masih saja kembali ke pertandingan dan bisa menemukan dirinya pada ambang kemenangan di set ke-4. Nah pemain asal Swedia ini mampu meraih 7 poin, namun untuk McEnroe bisa menyelamatkan masing-masing dan memperpanjang pertandingan ke Set penentuan dengan memenangkan langsung 22 Menit Tie-Break 18/16 yang sangat amat mengesankan. Pada penentuan ini, Borg lantas menaikan level melalui Servis dan menerobos ke game 14 dan terakhir dengan adanya pukulan Backhand lintas-lapangan untuk bisa meraih 1-6;7-5;6-3;6-7;8-6 Kemenangan dan juga Mahkota kelima beruntun pada ajang All England Club. 

Momen Boris Becker  Juara Termuda pada Tahun 1985 

Setelah seminggu dari pengangkatan gelar ATP Tour perdananya di The Queen’s Club, Boris Becker sudah tiba untuk penampilan keduanya bagi The Championships. Nah petenis Jerman yang memang tidak diunggulkan selamat dari pertemuan 5 set berurutan melawan Joakim Nystrom dan juga Tim Mayotte, sebelum bisa mengalahkan pemain bernama Henri Leconte dan juga Anders Jarryd di dalam waktu 4 set untuk bisa mencapai final perdananya pada ajang Grand Slam Wimbledon di saat melawan Kevin Curren. 

Setelah kurun waktu 3 Jam 18 menit melakukan aksi pada Centre Court, dimana pemain yang berusia 17 tahun kala itu melepaskan pukulan melebar dalam menyelesaikan kemenangan 6-3;6-7;7-6;64 dan telah menjadi seorang juara termuda di dalam sejarah turnamen. Becker sudah mencapai 6 pertandingan Final Wimbledon lainnya termasuk, pada 3 final yang beruntun melawan Stefan Edberg antara tahun 1988 dan tahun 1990. 

Momen  Rekor Ke-7 Sampras pada Tahun 2000 

Jadi diantara tahun 1993 dan tahun 2000, Pete Sampras sendiri mendominasi di The Championships. Disini petenis Amerika itu sudah memenangkan 53 & 54 pertandingan dalam 8 penampilan hanya untuk mengikut Rekor 7 Gelar William Renshaw di  All England Club. sampras juga sudah mengklaim sebanyak 3 kali Trofi berturut-turut dari tahun 1993 sampai dengan 1995. Lalu setelah kalah pada perempat final dari juara bertahan Richard Krajicek pada tahun 1996, dirinya sudah kembali lagi dalam mengklaim 4 Gelar secara berturut-turut pada tahun 1997 sampai dengan tahun 2000. 

Dari kejuaraan 2000 ini, Sampras sudah bangkit langsung dari ketertinggalan dengan mengalahkan Patrick Rafter 6-7;7-6;6-4;6-2 untuk ajang mahkota Grand Slam Wimbledon ke-13. Nah kemenangan ini bisa menggerakkan Sampres ke Posisi Pertama pada papan peringkat yang ada dengan mematahkan Juara Grand Slam 12 kali Roy Emerson. 

Momen Ivanisevic Memenangkan Final Rakyat Tahun 2001 

Setelah finis sebagai Runner up pada 3 kali kesempatan Wimbledon selama tahun 1980 an, Goran Ivanisevic yang akhirnya merebut Trofi Wimbledon pada tahun 2001. Dan disini bersaing di peringkat 125 pada FedEx ATP Rankings, pemain yang dulunya berusia 29 tahun ini bangkit dari 2 set ke dua satu lawan Favorit Tim Henman di semifinal 3 hari hanya untuk menghadapi Runner up Pat Rafter di dalam pertandingan Final Senin. 

Dengan 10.000 tiket sudah tersedia bagi para penggemar di antrian Wimbledon, final di tahun 2001 sudah dikenal sebagai Final Rakyat yang akan selalu bisa dikenang dengan penuh suasana yang luar biasa. Ribun Center Court sudah dipenuhi pada pemakaian Bendera Kroasia dan juga Australia sampai dengan para penggemar hampir tidak bisa menahan lagi kegembiraan mereka saat pertandingan sampai mencapai set ke-5. Lalu Ivanisevic sudah melakukan terobosan Krusial dengan pemenang Forehand return di 7-7 pada penentuan, sebelum bisa meraih kemenangan 6-3;3-6;6-3;2-6;9-7 pada sebuah poin kejuaraan ke-4nya. Dan Ivanisevic ini menjadi satu-satunya pemain Wild Card yang mampu merebut sebuah gelar di dalam sejarah turnamen. 

Momen Federer Membuat Sejarah pada Tahun 2017 

5 tahun setelah masa pengangkatan trofi tunggal putra ke-7 yang mana mampu menyamai rekor pada tahun 2012, dimana Roger Federer juga sudah tiba di All England Club pada tahun 2017 dengan adanya performa terbaik. Pemain yang dulunya memiliki usia 35 tahun dan sudah mengakhiri musim 2016 setelah Grand Slam Wimbledon pulih langsung dari operasi Lutut, mengejar Trofi besar keduanya tahun ini setelah bisa mengangkat gelar Grand Slam ke-18 di Australia Terbuka. Nah Federer juga mampu memenangkan Mahkota ATP Masters 1000 berturut-turut di Indian Wells dan juga Miami serta Trofi Halle ke sembilannya pada awal tahun ini. 

Setelah maju ke pertandingan kejuaraan dengan adanya kemenangan Melawan Milos Raonic dan juga Tomas Berdych, disini Federer juga sudah melanjutkan penampilannya di pertandingan Kejuaraan untuk mengalahkan Marlin Cilic 6-3;6-1;6-4 di dalam 1 Jam 41 Menit. Dengan kemenangan terakhirnya, Federer memutuskan hubungan pada Ranshew dan Sampers untuk bisa menjadi pemain pertama di dalam sejarah Turnamen yang mengangkat 8 Trofi Single Gentlemen. Dirinya sudah bergabung dengan Bjorn Borg pada tahun 1976 sebagai orang kedua di Era Terbuka yang mana mengklaim gelar tanpa harus kehilangan satu set pun. 

Momen Final Terpanjang pada Tahun 2019 

Novak Djokovic dan Federer pada tahun 2019 bisa bertemu di Final Wimbledon untuk ketiga kalinya. Bersamaan dengan pertemuan Federer dan Nadal di pertandingan kejuaraan tahun 2008  dan juga Klasik Borg & McEnroe pada tahun 1980, final 2019 pada ajang Grand Slam Wimbledon akan selalu dikenang dengan baik. 

Dengan Federer mampu mencari gelar Grand Slam ke21 dan juga Djokovic memiliki tujuan untuk bisa menutup celah di papan peringkat Grand Slam sepanjang masa dengan adanya trofi ke-16 di level tersebut. Nah kedua pemain bisa menemukan bentuk terbaik mereka di Centre Court. Pemain bernama Federer ini memegang langsung 2 poin kejuaraan pada tahun 8-7, 40/15 di set kelima namun Djokovic memilih untuk memaksakan 12-12 tie break. 

Nah dalam pertandingan tunggal putra pertama yang ditentukan oleh Tie Break set akhir 12-12 yang baru saja diperkenalkan, pemain Serbia ini mampu memberikan keterampilan pengembalian terbaiknya di saat-saat penting hanya untuk mengklaim 7-6;1-6;7-6;4-6;13-12 kemenangan setelah adanya 4 Jam 57 Menit. Djokovic juga melakukan satu kesalahan selama 3 Tie Break, menjadi orang pertama sejak Robert Falkenburg pada tahun 1948 hanya untuk mengangkat Trofi Wimbledon setelah menyelamatkan Poin di Final dan memenangkan Final Turnamen terpanjang di dalam sejarah yang ada.